Berita

Keteladanan Kartini untuk Kuatkan Sadar Konstitusi Perempuan

Berita|Selasa 24 April 2018 13:36 WIB

keteladanan kartini untuk kuatkan sadar konstitusi perempuan

Kartini menjadi sumber keteladanan atas kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Keteladaan Kartini telah terinternalisasi dalam Konstiusi dan Pancasila. Spirit kesetaraan dan penghargaan bagi perempuan menjadi ciri kuat dari Konstitusi dan Pancasila.

Jakarta - Peringatan hari Kartini pada 21 April harus dijadikan momentum untuk menguatkan posisi permepuan baik lingkungan rumah maupun di luar rumah. Aktualisasi semangat Kartini akan menguatkan kesadaran konstitusi bagi kaum perempuan.

Anggota MPR RI Okky Asokawati mengatakan peringatan Hari Kartini yang digelar setiap tanggal 21 April setiap tahunnya harus dapat dijadikan keteladanan bagi perempuan Indoensia. "Peringatan hari Kartini harus dijadikan tauladan bagi perempuan Indonesia untuk menjadi perempuan yang kuat, tangguh dan maju. Itu sesuai dengan spirit konstitusi," ujar Okky di hadapan masyarakat Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).  

Lebih lanjut Okky menyebutkan kisah Kartini layak menjadi keteladanan perempuan Indonesia untuk mengembangkan diri dan bersama membangun bangsa. Menurut dia, peran perempuan harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. "Perempuan tak lagi menjadi konco wingking (teman belakang) kaum pria. Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kesempatan dan peluang," tegas Okky.

Menurut dia, keteladanan Kartini menjadi sumber keteladanan hidup yang tercermin dalam konstitusi di Indonesia. Menurut dia, nilai-nilai di dalam Konstitsui dan Pancasila tak lebih sebagai intisari dari keteladanan dari negeri ini. "Kartini menyumbangkan spirit konstitusi dalam hal persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Konstitusi di Indonesia merupakan sari pati dari keteladanan bangsa ini," tandas Okky.

 

 

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

29 + 88

Quote

Kita harus mengirim pesan kepada semua pihak, pemerkosaan telah menjadikan perempuan sebagai korban. Nama baik, reputasi dan seabreg identitas lainnya yang melekat pada institusi dan sejenisnya, tidak bisa dibarter dengan mendiamkan masalah ini menjadi ma

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.