Berita

Okky Dorong Rekrutmen Tenaga Kesehatan Lebih Selektif

Berita|Kamis 25 Januari 2018 08:36 WIB

okky dorong rekrutmen tenaga kesehatan lebih selektif

Video pengakuan seorang pasien di National Hospital Surabaya yang mengalami pelecehan seksual menjadi viral. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati menyebut harus ada perbaikan dari sisi rekrutmen tenaga kesehatan.


Video seorang pasien National Hospital Surabaya menjadi viral setelah ia mengaku mengalami pelecehan seksual. Pelaku pelecehan itu seorang perawat pria yang seharusnya bertugas menjaga pasien itu.

Video itu mendapat berbagai tanggapan, salah satunya dari anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati. Okky sangat menyayangkan kejadian itu. Ia berharap agar kejadian tersebut jangan sampai terulang dan menimbulkan keresahan, khususnya pasien atas jaminan perlindungan kehormatan saat dilakukan tindakan kesehatan di rumah sakit.

"Mendorong rumah sakit di Indonesia untuk memastikan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan dilakukan secara profesional, selektif, dan mempertimbangkan berbagai aspek. Tidak hanya sisi profesionalitas, namun dari sisi psikologis calon pekerja harus menjadi pertimbangan yang utama," kata Okky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/1).


Okky juga meminta agar rumah sakit dapat memastikan jaminan keamanan pasien secara baik. Ia berpendapat manajemen keamanan harus menjadi isu penting bagi rumah sakit untuk memastikan keamanan, kenyamanan baik terhadap pasien, keluarga pasien maupun tenaga kesehatan.

Lebih lanjut, ia juga meminta pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini."Polisi diharapkan dapat melakukan rekonstruksi atas dugaan pelecehan seksual tersebut secara komprehensif. Pihak rumah sakit juga harus proaktif dalam merespons peristiwa tersebut. Hal yang sama, organisasi profesi juga harus bergerak cepat untuk merespons masalah tersebut," pungkasnya. [sumber kumparan]

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

90 + 97

Quote

Kita harus mengirim pesan kepada semua pihak, pemerkosaan telah menjadikan perempuan sebagai korban. Nama baik, reputasi dan seabreg identitas lainnya yang melekat pada institusi dan sejenisnya, tidak bisa dibarter dengan mendiamkan masalah ini menjadi ma

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.