Berita

Okky Ajak Perempuan Ibukota Paham Konstitusi

Berita|Jumat 24 Pebruari 2017 17:42 WIB

okky ajak perempuan ibukota paham konstitusi

Kini, perempuan tak lagi identik dengan urusan domestik rumah tangga. Perempuan juga dituntut aktif dan mengerti tentang persoalan konstitusi. Anggota Fraksi PPP MPR RI Okky Asokawati mendorong perempuan juga paham konstitusi.

Jakarta - Kelompok perempuan kerap dijadikan pelengkap dan dinomorduakan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Untuk menepis hal tersebut, anggota MPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati getol berkumpul dengan kelompok perempuan di Ibukota Jakarta. Tujuannya perempuan agar lebih melek dengan konstitusi, hukum dasar Republik Indonesia.

Anggota Fraksi PPP MPR RI Okky Asokawati salah satu politisi yang tak pernah lelah berinteraksi dengan kelompok perempuan. Salah satunya yang dilakukan pada Kamis (23/2/2017) di hadapan perempuan Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat. "Ibu-ibu mesti harus tahu tentang konstitusi, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena semua itu yang menjadikan kita bisa berkumpul di forum ini," ujar Okky di hadapan puluhan perempuan warga Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat.

Okky melanjutkan, salah satu persoalan yang disinggung di konstitusi seperti amanat tentang keberpihakan terhadap kesehatan warga negara. Menurut dia, konstitusi telah memberi panduan bagi penyelenggara negara agar peduli dengan kesehatan warga masyarakat. "Makanya kita mengenal adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), itu karena amanat konstitusi," sebut Okky.

Menurut dia, perempuan penting untuk mengetahui persoalan kebangsaan seperti konstitusi, Pancasila, dan UUD 1945. Pergawati senior ini menuturkan, dengan mengetahui pilar bernegara tersebut diharapkan perempuan dapat turut aktif dalam persoalan kebangsaan. "Agar perempuan tidak lagi identik dengan urusan sumur, dapur dan kasur saja," tandas Okky. 

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

36 + 38

Quote

Kasus lelang keperawanan dan jasa nikah siri merupakan tindakan yang jauh dari peradaban kemanusiaan. Dalam kasus tersebut, perempuan menjadi obyek penderita, perempuan menjadi korban dan perempuan menjadi komoditas

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.