Berita

Kepala Daerah Perempuan Beri Sinyal Positif Politik Tanah Air

Berita|Kamis 10 Desember 2015 08:45 WIB

kepala daerah perempuan beri sinyal positif politik tanah air

Pilkada serentka pada 9 Desember 2015 menghasilkan sejumlah kepala daerah atau wakil kepala daerah dari kelompok perempuan. Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi politik di Tanah Air. Wajah politik menjadi humanis tidak antagonistis.

Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati mengapreasi terpilihnya 30 perempuan dalam pilkada yang berlangsung pada Rabu (9/12).

"Kepala daerah perempuan menjadi etalase politik perempuan," kata Okky kepada pers di Jakarta, Kamis (10/12), terkait terpilihnya 22 calon kepala daerah yang berasal dari kalangan perempuan dalam pilkada serentak sebagaimana menurut sejumlah hasil hitung cepat.

Pelaksanaan pilkada serentak di 264 kabupaten, kota dan provinsi pada 9 Desember telah berjalan sukses. Sejumlah hitung cepat (quick count) telah menunjukan perolehan hasil suara.

"Meski secara formal, kita menunggu hasil resmi dari KPU. Sedikitnya terdapat 30 calon kepala daerah yang berasal dari perempuan yang unggul dalam hitung cepat," katanya.

Okky mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas terpilihnya sedikitnya 30  calon kepala daerah dari perempuan dalam pilkada serentak versi hitung cepat.

"Meski tidak dominan, terpilihnya 30 calon kepala daerah di Indonesia ini, saya berharap politik di Indonesia kian humanis dan tidak menampilkan wajah yang antagonistis," katanya.

Terpilihnya puluhan calon kepala daerah dari kalangan perempuan memberi sinyal positif bagi politik perempuan di Indonesia. Satu sisi kualitas politisi perempuan terbukti dan teruji dapat setara dengan kaum laki-laki.

Di sisi lain, komitmen partai politik dalam keberpihakan terhadap politisi perempuan semakin menunjukkan sinyal positif.

Keberadaan kepala daerah dari perempuan harus dijadikan momentum untuk membuat kebijakan daerah yang pro dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi kelompok perempuan dan anak-anak.

"Seperti persoalan kesehatan ibu dan anak serta lansia harus menjadi skala prioritas dalam pembangunan di daerah," katanya.

Kepala daerah dari kalangan perempuan harus menjadi etalase bagi wajah politik perempuan di Indonesia. Daerah-daerah yang dipimpin oleh kepala daerah dari perempuan harus menerapkan zona anti korupsi di daerahnya.

"Kepala daerah perempuan dapat menjadi srikandi pemberantasan korupsi dan pelaksanaan birokrasi yang melayani di setiap daerah," katanya [antara]

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

48 + 99

Quote

Masalah gizi dan kependudukkan harus diprioritaskan. Karena kekayaan suatu negara pada kualitas penduduknya. Jokowi sudah memiliki Nawacita yang salah satunya membangun Indonesia dari paling luar/Timur. Tapi nampaknya hal itu masih jauh api dari panggang.

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.