Berita

Okky Minta MUI Jelaskan Tentang Fatwa BPJS Kesehatan ke Masyarakat

Berita|Senin 03 Agustus 2015 15:35 WIB

okky minta mui jelaskan tentang fatwa bpjs kesehatan ke masyarakat

Rekomendasi MUI tentang BPJS Kesehatan yang mengandung gharar dan maysir mengundang polemik di publik. Akibatnya, masyarakat menjadi resah. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati meminta MUI agar menjelaskan rekomendasi tersebut ke publik.

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia diminta menjelaskan secara konkret kepada masyarakat mengenai fatwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan tidak sesuai dengan syariat Islam. "Tujuannya agar tidak ada lagi keresahan di tengah masyarakat," kata Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Fatwa MUI terhadap pelaksanaan BPJS Kesehatan, katanya, telah meresahkan masyarakat. Bagaimanapun, Fatwa MUI tersebut memiliki implikasi yang tidak sederhana di masyarakat meskipun dalam aturan perundang-undangan tidak masuk dalam sistem hukum di Indonesia.

"Faktanya, dampak dari Fatwa MUI tersebut ada yang mendukung, tidak mendukung serta bingung," katanya.

Selain itu, politisi PPP ini meminta BPJS melakukan klarifikasi (tabayyun) atas fatwa tersebut kepada MUI. Klarifikasi ini penting untuk mendudukkan masalah secara proporsional.

Dia menilai pelaksanaan BPJS Kesehatan memang tidaklah sempurna. Ada kritik dalam pelaksanaan tersebut. Namun tidak sedikit juga cerita positif atas pelaksanaan BPJS Kesehatan. Banyak masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi terbantu dengan program ini. Cuci darah, kemoterapi dan tindakan medis lainnya tidak dipungut biaya sepeserpun.

"Hikmah dari polemik ini, ada baiknya MUI merumuskan BPJS Kesehatan yang sesuai dengan syariah. Tidak salah juga bila BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua yaitu yang konvensional dan yang syariah sebagaimana yang ada dalam perbankan kita saat ini," tukasnya [konfrontasi]

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

36 + 49

Quote

Kasus lelang keperawanan dan jasa nikah siri merupakan tindakan yang jauh dari peradaban kemanusiaan. Dalam kasus tersebut, perempuan menjadi obyek penderita, perempuan menjadi korban dan perempuan menjadi komoditas

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.