Berita

Okky Asokawati: TKI Dipancung, Uji Janji Kampanye Jokowi

Berita|Rabu 15 April 2015 23:01 WIB

okky asokawati tki dipancung uji janji kampanye jokowi

Eksekusi mati TKI atas nama SIti Zaenab membuktikan kegagalan diplomasi pemerintah. Peristiwa ini juga menunjukkan kegagapan pemerintah dalam manajemen krisis di TKI. Kondisi ini kontekstual dengan janji Presiden Jokowi yang akan menciptakan 10 juta lapangan tenaga kerja.

Jakarta - Eksekusi mati pemerintah Arab Saudi terhadap tenaga kerja Indonesia Siti Zaenab binti Duhri Rupa, Selasa (14/4), menuai kecaman di tanah air. Meski Saudi tak memberitahukan waktu pelaksanaan hukuman pancung terhadap Siti ke RI, pemerintah Jokowi tak ayal dituding gagal melindung warga negaranya di luar negeri.

“Protes keras pemerintah RI terhadap pemerintah Arab Saudi sudah sepantasnya dilakukan. Namun sikap pemerintah yang terkesan gagap menunjukkan manajemen krisis pemerintah belum berjalan baik,” kata anggota Komisi IX bidang tenaga kerja DPR Okky Asokawati dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Rabu (15/4).

Peragawati yang kini bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan itu menilai pemerintah masih berada pada tataran retoris dalam menangani TKI, belum menyentuh persoalan pokok. Padahal perlindungan TKI menjadi salah satu perhatian Jokowi dalam kampanyenya tahun lalu.

“Maka eksekusi mati TKI ini juga menguji janji Jokowi saat Pemilu 2014, salah satunya untuk membuka lapangan kerja sebanyak 10 juta selama lima tahun ke depan,” ujar Okky.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam rapat kerja dengan Komisi IX pun, kata Okky, belum bisa menyampaikan sejauh mana target penciptaan lapangan kerja itu telah direalisasikan hingga saat ini.

“Pemerintah sudah berjalan enam bulan. Mestinya roadmap dan rencana aksi telah disusun. Bila merujuk pada janji Jokowi, secara kuantitatif setiap tahun pemerintahan sedikitnya harus mencetak 2 juta lapangan kerja. Jadi selama enam bulan pemerintahan sampai saat ini, seharusnya telah dicetak 1 juta lapangan kerja,” kata Okky.

Apabila janji Jokowi untuk mencetak 10 juta lapangan kerja dapat terwujud, Okky yakin kasus-kasus yang menimpa TKI di luar negeri dapat ditekan untuk jangka panjang.

Kasus hukum yang menimpa alharhumah Siti di Saudi bermula ketika dia ingin pulang pada Hari Raya Idul Fitri 1998. Saat itu ia memasak air di dapur sebelum salat Subuh. Tiba-tiba majikan perempuannya memukul kepala Siti, menjambak, dan mencekik lehernya. Siti yang kesakitan lalu mencari pisau dan menusuk perut majikannya. (Baca: Kronologi Siti Zaenab hingga Dihukum Mati di Arab Saudi)

Siti pun ditahan. Keluarganya mengupayakan dia bebas dari hukuman mati dengan meminta bantuan ke pemerintah RI. Kakak Siti, Hasan, sempat bertemu Sinta Nuriyah Wahid yang saat itu merupakan Ibu Negara di Istana Kepresidenan, Oktober 2001.

Namun upaya untuk menyelamatkan Siti itu akhirnya kandas. Pemerintah RI kaget karena Saudi memancung Siti tanpa pemberitahuan. “Kami tidak mendapat informasi apapun mengenai eksekusi itu. Atas nama pemerintah Indonesia, kami ucapkan duka cita paling dalam,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno menyatakan pemerintah telah mengusahakan segala cara untuk melepas Siti dari hukuman mati. “Jalur diplomatik, jalur hukum, jalur kekeluargaan. Semua upaya yang dapat kami tempuh, kami lakukan. Sampai Presiden Jokowi juga mengirim surat. Saya juga menyampaikan langsung permohonan (menyelamatkan nyawa Siti) langsung ke Wakil Menteri Luar Negeri Saudi pada bulan lalu, Maret,” ujar Menlu.

Pemerintah RI pun menawarkan uang diyat –uang yang wajib dibayar kepada ahli waris sebagai ganti rugi– kepada keluarga majikan Siti. Persoalannya, kata Retno, hukum yang berlaku di Saudi ialah qisas yang amat bergantung pada pemaafan keluarga korban, dalam hal ini majikan Siti.

Apapun, ujar Retno, pemerintah tetap akan melanjutkan komitmennya untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia, termasuk buruh migran di luar negeri. [sumber: cnnindonesia]

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

91 + 43

Quote

Masalah gizi dan kependudukkan harus diprioritaskan. Karena kekayaan suatu negara pada kualitas penduduknya. Jokowi sudah memiliki Nawacita yang salah satunya membangun Indonesia dari paling luar/Timur. Tapi nampaknya hal itu masih jauh api dari panggang.

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.