Berita

Okky Asokawati Kritik Kartu Indonesia Sehat

Berita|Jumat 02 Januari 2015 21:29 WIB

okky asokawati kritik kartu indonesia sehat

Anggota DPR asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Okky Asokawati, mengkritik Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Senin (3/11/2014). Ia mengungkapkan, ada sejumlah poin yang menjadi dasar kritiknya.

Anggota DPR asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Okky Asokawati, mengkritik Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Senin (3/11/2014). Ia mengungkapkan, ada sejumlah poin yang menjadi dasar kritiknya.

Okky menyebut, alasan itu antara lain soal penggunaan KIS yang tak mengenal tempat alias bisa digunakan di mana saja. Hal itu berbeda dengan BPJS Kesehatan yang baru bisa digunakan di mana saja—hanya jika dalam keadaan darurat—karena program lama itu mengatur kuota pasien.

"Penerapan KIS berpotensi menimbulkan masalah di lapangan. Jika KIS dilakukan tanpa batas, bagaimana dengan sistem kuota yang berlaku di BPJS Kesehatan? Bagaimana pula dengan pembayaran dokter?" ujar Okky melalui siaran persnya, Senin (3/11/2014).

"Ini tentu berpotensi merepotkan pelaksanaan yang ada di lapangan. Padahal, pelaksanaan BPJS Kesehatan saja saat ini belum berjalan sempurna," lanjut dia.

Okky melanjutkan, merujuk pada keterangan pemerintah, disebutkan bahwa KIS pada dasarnya sama saja dengan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Namun, BPJS PBI, yang bersumber pada APBN, saat ini baru menampung 86,4 juta jiwa.

"Persoalan kedua, jika KIS sama dengan BPJS BPI, otomatis jumlah orang yang dijaring kian banyak. Pertanyaannya, dari mana anggaran program itu?" lanjut Okky.

Pada dasarnya, Okky mengapresiasi secara positif terhadap rencana pemerintah atas program yang disebut menjadi salah satu jaring pengaman sosial atas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Menurut Okky, jika diterapkan dengan benar, maka program itu mampu meningkatkan daya produksi masyarakat. Namun, melihat sejumlah kelemahan KIS, Okky menyarankan agar program ini disosialisasikan terlebih dahulu ke pusat pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Hal itu perlu dilakukan agar tidak muncul dualisme dalam sistem pelayanan kesehatan warga Indonesia.

Okky juga menyarankan agar pemerintah mengubah nomenklatur dari BPJS menjadi KIS. Menurut Okky, kebijakan itu akan jauh lebih rasional dan meminimalkan potensi masalah daripada menciptakan sistem baru. [sumber kompas.com]

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

24 + 23

Quote

Kasus lelang keperawanan dan jasa nikah siri merupakan tindakan yang jauh dari peradaban kemanusiaan. Dalam kasus tersebut, perempuan menjadi obyek penderita, perempuan menjadi korban dan perempuan menjadi komoditas

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.