Berita

Okky Asokawati: Niat Ahok Legalkan Pabrik Miras Kesalahan Fatal

Berita|Senin 15 Desember 2014 17:36 WIB

okky asokawati niat ahok legalkan pabrik miras kesalahan fatal

Niatan Gubernur DKI Jakarta Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin melegalkan Minuman Keras (Miras) di Ibukota mendapat protes keras anggota komisi IX DPR Okky Asokawati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Niatan Gubernur DKI Jakarta Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin melegalkan Minuman Keras (Miras) di Ibukota mendapat protes keras anggota komisi IX DPR Okky Asokawati.

Menurut anggota Fraksi PPP tersebut, hal itu adalah kesalahan berpikir yang fatal.

"Itu merupakan kesalahan berpikir yang sangat fatal. Pernyataan Ahok justru menunjukkan sikap yang tidak peka terhadap masalah yang ditimbulkan akibat miras. Ini merupakan sikap yang tuna sensitif," Kata Okky dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Minggu (14/12/2014).

Menurutnya, jika Ahok ingin menekan miras oplosan, kuncinya di penegakan hukum (law enforcment) oleh aparat penegak hukum. Langkah preventif semestinya lebih dikedepankan oleh aparat penegak hukum. Bukan seperti yang saat ini kerap muncul, bergerak bila ada kejadian.

Lebih lanjut Okky mengatakan, negara telah mengatur ihwal peredaran Miras lewat Peraturan Presiden No 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Terhadap Perpres tersebut, Fraksi PPP sejak awal mengkritik regulasi tersebut karena sama saja memberi celah peredaran miras di Indonesia.

Apalagi, Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan Keppres Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol karena bertentangan dengan berbagai regulasi di atasnya.

"Politik hukum PPP sejak awal tegas terhadap minuman beralkohol dengan mendorong terciptanya zona anti miras di Indonesia," katanya.

Okky menjelaskan, sikap partai berlambang kabah menurutnya ditunjukkan dengan posisi PPP sebagai inisiator pembentukan RUU Anti Minuman Keras dan telah disetujui dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2013. Karena itu dia mendorong RUU tersebut dapat masuk kembali dalam daftar Prolegnas 2015-2019.

Dirinya juga mengingatkan dampak negatif dari peredaran miras ini jelas akan mengancam bonus demografi yang akan diraih Indonesia pada 2025. Karena kadar merusak miras ini sederajat dengan narkoba, yang telah menggerogoti generasi muda kita.

"Ini sama saja ancaman bagi keberlangsungan peradaban di Indonesia. Faktanya, minuman beralkohol dapat mudah dijumpai di toko ritel di sekitar lingkungan kita secara bebas. Ini menjadi pemicu miras oplosan yang terbukti mengancam jiwa," katanya.

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

60 + 52

Quote

Kita harus mengirim pesan kepada semua pihak, pemerkosaan telah menjadikan perempuan sebagai korban. Nama baik, reputasi dan seabreg identitas lainnya yang melekat pada institusi dan sejenisnya, tidak bisa dibarter dengan mendiamkan masalah ini menjadi ma

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.